Ranking Keterbangunan 11 Desa Kecamatan Parung Panjang: Data Lengkap 2025

Peta ranking keterbangunan 11 desa Kecamatan Parung Panjang 2025
Peringkat keterbangunan zona permukiman 11 desa di Kecamatan Parung Panjang tahun 2025, hasil overlay RTRW Kabupaten Bogor 2024–2044 dengan LULC Esri 2025.

Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, terdiri dari 11 desa dengan karakter yang ternyata jauh lebih beragam dari yang terlihat sekilas. Setelah menganalisis satu per satu berdasarkan data resmi RTRW Kabupaten Bogor 2024–2044 dan LULC Esri 2025, berikut peringkat lengkap tingkat keterbangunan zona permukiman ke-11 desa tersebut — dari yang paling padat hingga yang masih paling lega.

Data ini disusun sebagai rujukan cepat bagi siapa pun yang membutuhkan gambaran spasial Kecamatan Parung Panjang — pencari rumah, peneliti, jurnalis, maupun pelaku industri properti.

Ranking Keterbangunan Zona Permukiman 11 Desa Parung Panjang (2025)

# Desa % Terbangun Jarak ke Pusat Kec. Kepadatan* (jiwa/km²)
1Parungpanjang96,89%— (pusat kec.)8.194,24
2Kabasiran81,25%1 km4.341,76
3Cibunar ★73,25%1 km4.021,43
4Dago69,70%7 km1.126,53
5Lumpang59,57%3 km2.506,17
6Gorowong55,94%6 km1.061,37
7Jagabita51,40%4 km2.713,83
8Cikuda50,01%4 km2.062,35
9Gintung Cilejet48,17%5 km1.411,82
10Jagabaya43,79%7 km929,66
11Pingku42,76%7 km1.495,19

★ Lokasi Mahkota Estate Cibunar. Sumber: BPS Kabupaten Bogor — Kecamatan Parung Panjang Dalam Angka 2025; RTRW Kabupaten Bogor 2024–2044; LULC Esri 2025. *Kepadatan dihitung ulang manual (populasi ÷ luas wilayah) — lihat catatan metodologi di bagian Keterbatasan.

5 Insight Kunci dari Analisis 11 Desa

Insight 1

Jarak ke pusat kecamatan berkorelasi kuat dengan tingkat keterbangunan. Empat desa dengan keterbangunan tertinggi (Parungpanjang, Kabasiran, Cibunar, Dago) semuanya berjarak ≤7 km, sementara desa-desa dengan keterbangunan terendah (Jagabaya, Pingku) berjarak 7 km dan lebih ke arah barat kecamatan.

Insight 2

Kawasan padat dan dekat pusat kecamatan cenderung bergeser ke segmen komersial, bukan subsidi. Lumpang dan Kabasiran — dua desa dengan jarak terdekat ke pusat kecamatan setelah Cibunar — sama-sama didominasi proyek perumahan komersial (Rp250 juta–1 miliar), bukan lagi rumah bersubsidi.

Insight 3

Pusat kecamatan (Parungpanjang) nyaris kehabisan lahan. Dengan 96,89% zona permukiman sudah terbangun, hanya tersisa 3,11% ruang — praktis tidak ada ruang untuk pengembangan perumahan baru di jantung kecamatan.

Insight 4

Empat desa masuk program Desa Kreatif Kabupaten Bogor — Cibunar, Jagabita, Lumpang, dan Gintung Cilejet — masing-masing dengan potensi ekonomi kreatif berbasis kerajinan bambu dan sumber daya lokal, meski tingkat keterbangunannya berbeda-beda signifikan (48,17% hingga 73,25%).

Insight 5

Tidak semua desa punya proyek rumah subsidi terdaftar resmi. Desa Dago, misalnya, tidak ditemukan proyek subsidi terdaftar berdasarkan penelusuran kami — desa ini lebih dikenal sebagai kawasan pertanian dan wisata (Gunung Dago) ketimbang kawasan perumahan terencana.

Keterbatasan

  • Kolom “Kepadatan Penduduk” pada tabel resmi BPS Kecamatan Parung Panjang Dalam Angka 2025 teridentifikasi memiliki inkonsistensi perhitungan internal. Angka kepadatan pada artikel ini dihitung ulang manual (populasi ÷ luas wilayah), bukan dikutip langsung dari kolom yang tersedia.
  • Persentase keterbangunan adalah hasil overlay RTRW dan data LULC 2025 — mencerminkan kondisi tutupan lahan, bukan persentase unit rumah yang sudah terjual atau terisi.
  • Data proyek rumah subsidi per desa berdasarkan penelusuran sumber publik (Sikumbang, media) pada saat artikel ditulis — status ketersediaan unit dapat berubah, disarankan verifikasi langsung ke Sikumbang/BP Tapera.

Kesimpulan

Dari seluruh 11 desa di Kecamatan Parung Panjang, Cibunar berada di posisi yang relatif seimbang: cukup dekat dengan pusat kecamatan (1 km, setara Kabasiran), tingkat keterbangunan yang sudah matang (73,25%, peringkat 3), namun tetap mempertahankan harga subsidi resmi pemerintah — berbeda dari Lumpang dan Kabasiran yang sudah bergeser ke segmen komersial.

Baca analisis lengkap tiap desa lewat tautan pada tabel di atas, atau kunjungi halaman utama Rumah Subsidi Parung Panjang untuk gambaran menyeluruh kawasan ini.

Sudah Lihat Datanya, Sekarang Lihat Langsung

Kunjungi Mahkota Estate Cibunar — posisi seimbang di kecamatan yang sudah kita bedah datanya.

Chat WhatsApp — Mahkota Estate Cibunar
Muchifudin, S.P.W.K., CPA, CPD — Property Analyst, Urban Development & Spatial Planning Practitioner
Sumber Data:
  • RTRW Kabupaten Bogor Tahun 2024–2044
  • Esri Land Use/Land Cover (LULC) Tahun 2025, diolah dengan metode intersect
  • Badan Pusat Statistik — Kecamatan Parung Panjang Dalam Angka 2025 (Katalog 1102001.3201300)
  • Sikumbang BP Tapera
🧭 URBAN RAYA PRO

🗺️ Peta Interaktif 11 Desa Parung Panjang

Klik tiap titik untuk lihat data keterbangunan, jarak, dan link artikel lengkapnya.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *